<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Bagaspati</title>
	<atom:link href="http://bagaspati.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bagaspati.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Bagaspati di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:40:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>kini harus berurusan dengan polisi</title>
		<link>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/07/23/kini-harus-berurusan-dengan-polisi/</link>
		<comments>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/07/23/kini-harus-berurusan-dengan-polisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagaspati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[kini harus berurusan dengan polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagaspati.blogdetik.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah, Darwin alias Win, 36, warga Lorong Gudang Kopi, RT 26, Kelurahan Silaberanti, bersama dua anaknya, Dedek Saputra alias Anang, 19, dan Megi Nuriansyah alias Riyan, 13, kini harus berurusan dengan polisi. Ketiganya diringkus Tim Khusus Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reskrim Polresta Palembang pimpinan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Anthoni Adhi atas dugaan perampokan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ayah, Darwin alias Win, 36, warga Lorong Gudang Kopi, RT 26, Kelurahan Silaberanti, bersama dua anaknya, Dedek Saputra alias Anang, 19, dan Megi Nuriansyah alias Riyan, 13, <a href="http://bagaspati.blogdetik.com/2011/07/23/kini-harus-berurusan-dengan-polisi/">kini harus berurusan dengan polisi</a>. Ketiganya diringkus Tim Khusus Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reskrim Polresta Palembang pimpinan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Anthoni Adhi atas dugaan perampokan di kawasan lapangan Aeromodelling, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, Palembang.<br />
<span id="more-15"></span></p>
<p>Selain Darwin dan kedua anaknya, polisi juga meringkus dua tersangka lainnya yakni, Rusdi alias Alek, 30,warga Jalan KH Azhari,Lorong Hijriah, RT 12/04, Kelurahan 3-4 Ulu; dan Baktilapa Negara alias Ipan, 23, warga Jalan Adi Sucipto, Kampung Mekar Sari, RT 31/12, Palembang. Sementara, satu tersangka lagi berinisial E berhasil kabur saat ditangkap polisi.Diketahui juga, E merupakan anak dari tersangka Darwin. Kelima tersangka yang ditangkap dihadiahi timah panas di kaki kirinya karena berusaha kabur dan melawan saat penangkapan. Dari tangan komplotan ini, polisi menyita 1 unit motor Yamaha Vega R, 6 senjata tajam jenis pisau dan golok, 4 kaus oblong, 2 pelat nomor motor hasil rampokan, 2 unit ponsel, dan onderdil motor yang telah dipreteli.</p>
<p>“Para tersangka ini sering beraksi di daerah sepi pada sore hari seperti kawasan Aeromodelling, Kecamatan Sukarame. Dari pengakuan para tersangka, mereka telah belasan kali beraksi dengan cara bergantian. Kasus ini masih akan dikembangkan lebih lanjut, karena tak menutup kemungkinan adanya komplotan lainnya yang terkait dengan pelaku yang telah tertangkap,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Frido Situmorang, kemarin.</p>
<p>Adapun modus operandinya, para tersangka sengaja mengincar korban sambil bersembunyi di semak-semak dan rawa-rawa, sebelum akhirnya menyergap dan menodongkan sajam kepada korbannya. “Saat beraksi mereka selalu menggunakan tutup kepala berupa kaos oblong agar tak dikenali korban,”kata Frido. Setelah korban tak berdaya, tersangka merampas harta milik korban seperti dompet, uang, ponsel, laptop, bahkan motor korban juga dirampas.</p>
<p>Para tersangka biasanya mengincar korban yang sedang berpacaran, dengan cara diikat dan dibekap di tempat yang sepi. “Para tersangka dan beberapa barang bukti saat ini telah diamankan guna penyidikan. Kelima pelaku itu terpaksa ditindak tegas karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap,” ungkap Frido.</p>
<p>Di hadapan polisi, para tersangka mengaku telah lima kali melakukan perampokan di kawasan Aeromodelling,Kelurahan Talang Betutu. Terakhir, aksi itu berlangsung pada medio Mei hingga Juni lalu. “Aku lahlima kali ngelakuke dan jarang kalau belima. Kadang-kadang sama E (buron) dan Megi nodong korban yang sedang pacaran di sana. Terakhir kami ngambek motor Vega R punya orang yang lagi pacaran di Aeromodelling. Selain dapat motor, biasanyo jugo ngambek HP dan duit korban.</p>
<p>Kalau beraksi kami selalu pake baju kaos untuk nutupi muka,” ungkap tersangka Dedek yang diamini tersangka lainnya. Sementara tersangka Darwin mengaku, motor hasil rampasan dijual seharga Rp1,5 juta. Uang hasil penjualan motor itu lalu mereka bagikan, setelah digunakan untuk biaya operasional.</p>
<p>“Aku tidak ikut merampok. Dulu memang pernah, tapi sekarang sudah tidak lagi,hanya bantu jualkan motornyo. Motornya aku jual sama petani karet di Babat Toman, Muba dan masing-masing dapat Rp200.000,” pungkas tersangka Darwin. Demikian catatan online <a href="http://bagaspati.blogdetik.com/">Bagaspati</a> yang berjudul kini harus berurusan dengan polisi.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/07/23/kini-harus-berurusan-dengan-polisi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikitnya 20 keluarga miskin di Kecamatan Wara Utara</title>
		<link>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/06/01/sedikitnya-20-keluarga-miskin-di-kecamatan-wara-utara/</link>
		<comments>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/06/01/sedikitnya-20-keluarga-miskin-di-kecamatan-wara-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 15:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagaspati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Sedikitnya 20 keluarga miskin di Kecamatan Wara Utara]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagaspati.blogdetik.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Sedikitnya 20 keluarga miskin di Kecamatan Wara Utara menempati rumah tidak layak huni. Bahkan, tiga keluarga di antaranya menempati rumah bekas kandang ayam. Camat Wara Utara Muh Ansir Ismu mengatakan,keluarga miskin itu ditemukan saat pihaknya melakukan pendataan.“ Tiga keluarga tinggal di bekas kandang ayam sehingga diupayakan mendapat bantuan perbaikan rumah dalam waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Sedikitnya 20 keluarga miskin di Kecamatan Wara Utara menempati rumah tidak layak huni. Bahkan, tiga keluarga di antaranya menempati rumah bekas kandang ayam. Camat Wara Utara Muh Ansir Ismu mengatakan,keluarga miskin itu ditemukan saat pihaknya melakukan pendataan.“ Tiga keluarga tinggal di bekas kandang ayam sehingga diupayakan mendapat bantuan perbaikan rumah dalam waktu dekat ini,”ujar dia. Salah satu keluarga yang menempati bekas kandang ayam, yakni pasangan suami istri Yulius Ling, 70, dan Rudiyah, 65, warga Jalan Pongtiku, Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara. “Setiap hari, kami makan dan tidur di sini.</p>
<p>Kalau hujan, kami terpaksa berteduh di rumah tetangga. Dulunya rumah ini bekas kandang ayam yang kami perbaiki,” kata Rudiyah di kediamannya, kemarin. Warga lain yang tinggal di bekas kandang ayam, yakni Jumrang, 65,warga Kelurahan Penggoli, dan Misi Pasande,72, warga Jalan Veteran,Km 02 Pattene.<br />
<span id="more-14"></span></p>
<p>Mereka mengharapkan perhatian Pemkot Palopo agar bisa mendapatkan rumah layak huni. Sementara itu, nasib Misi Pasande warga Jalan Veteran, Km 0 2 Pattene lebih memiriskan. Dia didiagnosa suspect penyakit filariasis atau penyakit kaki gajah. Wakil Wali Kota Palopo Rahmat Masri Bandaso berjanji meninjau warga miskin yang tinggal di rumah bekas kandang ternak.</p>
<p>Dia juga berjanji akan memberikan bantuan perbaikan rumah melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palopo.“Aparat di tingkat bawah, terutama lurah, harus tanggap dan melaporkan secara dini masalah ini sehingga mendapat penanganan serius,” tandasnya. Dan support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/06/01/sedikitnya-20-keluarga-miskin-di-kecamatan-wara-utara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berkomitmen memperkuat kerja</title>
		<link>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/01/24/berkomitmen-memperkuat-kerja/</link>
		<comments>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/01/24/berkomitmen-memperkuat-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 15:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagaspati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagaspati.blogdetik.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Berkomitmen memperkuat kerja sama bilateral dengan India. Sejumlah penandatanganan kerja sama politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan teknologi akan dilakukan ketika Presiden melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada 24-26 Januari 2011.
Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, kunjungan Presiden ke India dalam rangka memenuhi undangan Presiden India untuk bertindak sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono <a title="Berkomitmen memperkuat kerja" href="http://bagaspati.blogdetik.com/2011/01/24/berkomitmen-memperkuat-kerja/" target="_self">Berkomitmen memperkuat kerja</a> sama bilateral dengan India. Sejumlah penandatanganan kerja sama politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan teknologi akan dilakukan ketika Presiden melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada 24-26 Januari 2011.</p>
<p>Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, kunjungan Presiden ke India dalam rangka memenuhi undangan Presiden India untuk bertindak sebagai tamu utama (chief guest) pada acara Hari Republik India pada 26 Januari.<br />
<span id="more-12"></span><br />
&#8220;Presiden juga akan memanfaatkan kunjungan ini untuk lebih mempererat hubungan dan meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan India. Presiden telah dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India, Manmohan Singh,&#8221; kata Faizasyah pekan lalu.</p>
<p>Presiden dan PM India juga akan menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepakatan yang dihadiri sekitar 500 pengusaha India dan Indonesia. Kerjasama ini ditujukan untuk meningkatkan saling interaksi para pelaku bisnis dari kedua negara.</p>
<p>&#8220;Presiden dan Perdana Menteri India juga akan menyaksikan penandatanganan 17 MoU Government-to-Government di bidang politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan teknologi.</p>
<p>Selain pertemuan Bilateral, Presiden juga akan menghadiri acara Business Forum. Pada acara ini, akan dilakukan pula penandatanganan 15 (lima belas) MoU Government-to-Business dan Business-to- Business di bidang infrastruktur, sumber daya alam, manufaktur, dan jasa,&#8221; paparnya.</p>
<p>Kunjungan Presiden, kata Faiza, ini akan mempererat hubungan persahabatan kedua negara serta memperkuat kerja sama di berbagai bidang.</p>
<p>&#8220;Rencana penandatanganan lebih dari 30 MOU saat kunjungan, tentunya akan meningkatkan bobot dan substansi hubungan dan kerjasama kedua negara baik di tingkat pemerintahan maupun business-to-business dan people-to- people,&#8221; kata Faizasyah.</p>
<p>Selain itu, Presiden juga akan menerima kunjungan kehormatan dari sejumlah pejabat tinggi India yaitu Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari, Ketua partai oposisi India Srimathi Sushma Swaraj, dan Ketua partai Koalisi India Srimathi Sonia Gandhi. Demikian catatan online <a title="Bagaspati" href="http://bagaspati.blogdetik.com/" target="_self">Bagaspati</a> tentang Berkomitmen memperkuat kerja.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagaspati.blogdetik.com/2011/01/24/berkomitmen-memperkuat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Syahrul Yasin Limpo</title>
		<link>http://bagaspati.blogdetik.com/2010/12/31/syahrul-yasin-limpo/</link>
		<comments>http://bagaspati.blogdetik.com/2010/12/31/syahrul-yasin-limpo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 17:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagaspati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagaspati.blogdetik.com/2010/12/31/syahrul-yasin-limpo/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberikan tenggat waktu (deadline) tender proyek barang/jasa paling lambat akhir Februari.Deadlineini berlaku untuk seluruh proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pemerintah kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam penyerahan DIPA 2011 Sulsel di Hotel Misliana,Kota Rantepao, Tana Toraja, kemarin. Gubernur menegaskan, tender proyek pemerintah kabupaten/kota dan sektor lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" href="http://im.grandong.com/" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberikan tenggat waktu (deadline) tender proyek barang/jasa paling lambat akhir Februari.Deadlineini berlaku untuk seluruh proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pemerintah kabupaten/kota.<br />
<span id="more-11"></span><br />
Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam penyerahan DIPA 2011 Sulsel di Hotel Misliana,Kota Rantepao, Tana Toraja, kemarin. Gubernur menegaskan, tender proyek pemerintah kabupaten/kota dan sektor lain harus bergerak minimal Februari. “Anggaran sudah diterima sehingga program pembangunan di kabupaten/kota harus berjalan.Jangan sampai ada dana DIPA yang dibiarkan mengendap.</p>
<p>Proses tender di kabupaten/kota se-Sulsel harus dilakukan Februari,jangan melewati Maret,”ungkap dia kemarin. Untuk 2011,DIPA yang diperoleh Sulsel mencapai Rp23 triliun atau meningkat 10% dibanding 2010 yang hanya Rp21 triliun. Untuk tingkat pemerintah kabupaten/ kota,Makassar menduduki peringkat pertama dengan anggaran Rp7,2 triliun. Untuk instansi vertikal, alokasi terendah diterima Badan Arsip Nasional Sulsel, yakni Rp177 miliar.</p>
<p>Selain itu, sektor pendidikan kembali mendapatkan alokasi dana terbesar, yakni Rp2,543 triliun. “Tenggat waktu ini wajar mengingat penyerahan DIPA 2011 jauh lebih cepat dibanding tahuntahun sebelumnya yang biasa dilakukan pada awal tahun. Jadi tidak ada alasan tender proyeknya melampaui Februari,”tandasnya. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengungkapkan, jika DIPA bisa terserap pada triwulan I 2011, kemampuan anggaran menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi jauh lebih besar.</p>
<p>Lapangan kerja akan terbuka dan transaksi akan ikut terakselerasi. Syahrul mengatakan, untuk 2010, kemampuan penyerapan anggaran di Sulsel rata-rata di atas 90%.Hanya,daya serap untuk anggaran langsung atau dana dekonsentrasi hanya 53%.Ini disebabkan pengelolaan administrasi yang tidak maksimal. Karena itu, pada 2011, kepala daerah kabupaten/kota harus menunjuk pejabat yang berkompeten dalam pengelolaan administrasi.</p>
<p>“Pejabat yang ditunjuk harus ahli dalam mengelola manajemen administrasi agar daya serap anggaran pada 2011 bisa meningkat dari tahun ini atau 100%,”kata dia. Sementara itu, dalam penyerahan DIPA,dari 24 kepala daerah,10 di antaranya tidak hadir. Bupati yang tidak hadir,yakni Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo,Bupati Selayar Syahrir Wahab, Bupati Bone Idris Galigo, Bupati Sinjai Rudiyanto Asapa,Bupati Jeneponto Radjamilo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid Batara, Bupati Soppeng Andi Soetomo,Bupati Enrekang La Tinro Latunrung, serta Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma.</p>
<p>Akibatnya,mereka tidak kebagian bonus dana bantuan pemerintah kabupaten/kota dari Pemprov Sulsel senilai Rp1 miliar. Bonus tambahan DIPA tersebut hanya diberikan kepada 14 kepala daerah yang hadir.Gubernur menyatakan, ketidakhadiran kepala daerah tersebut disebabkan adanya percepatan penetapan APBD di daerah masing- masing. “Kepala daerah yang hadir pada penyerahan DIPA kabupaten/ kota yang dipusatkan di Toraja akan memperoleh bonus tambahan DIPA Rp1 miliar.</p>
<p>Yang tidak hadir sudah minta izin,”ujarnya. Bonus tambahan DIPA kepada kepala daerah yang hadir berasal dari dana perbantuan kabupaten/ kota. Dana tersebut merupakan kewenangan gubernur untuk menyalurkan kepada kabupaten/ kota dalam membiayai program- program yang ada. Kabupaten/ kota yang memperoleh bonus bisa langsung membawa pulang program yang diperolehnya untuk dimanfaatkan, di antaranya untuk perbaikan kantor kecamatan atau program lainnya sesuai kebutuhan daerah masing-masing.</p>
<p>“Bonus ini hanya sebagai rangsangan bagi kepala daerah yang punya respons cepat terhadap pembangunan di daerahnya,”paparnya. Sementara itu, Kasubdin Perencanaan Kelembagaan dan Evaluasi Provinsi Sulsel mewakili Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, Sjaichul Abad, mengatakan, DIPA 2011 yang diserahkan gubernur tersebut, selain sebagai dasar pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran, sebagai alat pengendali, pelaksanaan, pelaporan, pengawasan, dan perangkat akuntansi pemerintah.</p>
<p>“Pagu dalam DIPA merupakan batas pengeluaran tertinggi yang tidak boleh dilampaui dan pelaksanaannya harus dipertanggungjawabkan,” ungkapnya. Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung menyatakan, DIPA yang diperoleh Kabupaten Tana Toraja pada 2011,lebih dari Rp500 miliar dibanding tahun lalu hanya sekitar Rp365 miliar.Namun begitu, dia mengaku belum mengetahui persis DIPA 2011 dialokasikan ke sektor-sektor apa saja. “Yang pasti DIPA yang diperoleh Tana Toraja meningkat dibanding 2010.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagaspati.blogdetik.com/2010/12/31/syahrul-yasin-limpo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Moge Bukan Hanya Harley Davidson</title>
		<link>http://bagaspati.blogdetik.com/2010/10/10/moge-bukan-hanya-harley-davidson/</link>
		<comments>http://bagaspati.blogdetik.com/2010/10/10/moge-bukan-hanya-harley-davidson/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 08:53:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagaspati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Moge Bukan Hanya Harley Davidson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagaspati.blogdetik.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi dan inovasi di bidang otomotif terus memicu pencinta motor gede (moge) membentuk komunitas, sesuai visi dan selera masing-masing pencinta moge. Bagi masyarakat awam, moge sendiri terkadang identik dengan Harley Davidson. Padahal, pada kenyataannya tidak demikian, karena banyak komunitas moge yang saat ini bermunculan, dengan segenap aktivitas positif yang patut dibanggakan. Sebagai bukti, saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi dan inovasi di bidang otomotif terus memicu pencinta motor gede (moge) membentuk komunitas, sesuai visi dan selera masing-masing pencinta moge. Bagi masyarakat awam, moge sendiri terkadang identik dengan Harley Davidson. Padahal, pada kenyataannya tidak demikian, karena banyak komunitas moge yang saat ini bermunculan, dengan segenap aktivitas positif yang patut dibanggakan. Sebagai bukti, saat ini sudah berdiri Ikatan Motor Tiger Indonesia (IMTI) Palembang dan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Lalu ada Sriwijaya Trail Adventure Community (STAC), Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI), Harley Davidson Klub Indonesia (HDKI),Central Java Bikers Club, dan Singotoro Moge Club.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Selain membentuk komunitas, ternyata kelompok ini juga memiliki aliran,diantaranya alir-an middle custom, radical custom hingga chopper.Walaupun mereka menyebar di seluruh penjuru wilayah, namun ikatan persaudaraan mereka dalam berkendara tetap satu. Seperti yang dikatakan Ketua IMTI Palembang Hari Riansyah. Menurut dia, persaudaraan dalam berkendara merupakan salah satu visi yang harus dijunjung tinggi oleh para komunitas moge, khususnya yang tergabung di IMTI. ”Kita sudah kerap menye-lenggarakan event besar bekerjasama dengan Honda dan lainnya. Dalam waktu dekat kita akan berangkat ke Manado,” ujarnya dibincangi Seputar Indonesia, kemarin. Menurut dia, IMTI yang berdiri pada 15 Januari 2006 memiliki perkembangan yang cukup signifikan.</p>
<p>Perkembangan jumlah anggota hampir di seluruh Indonesia inilah yang membuat organisasi atau komunitas tersebut tetap eksis. ”Kalau di Palembang,anggota kita relatif banyak, lebih dari 150 orang dan itu yang terdaftar.Kami harap teman-teman dapat mengikat tali silaturahmi dan persaudaraan, baik dalam internal IMTI maupun dengan komunitas lainnya,” tandasnya. Salah satu anggota IMTI, Iswandono mengaku, hobi dengan motor trail yang termasuk motor gede itu sejak usia muda. ”Saya suka adventure dan offroadsejak sekolah.</p>
<p>Sampai sekarang hobi ini nggak bisa dihilangkan, dan kami terus menjaga tali persaudaraan sesama anggota komunitas dan juga komunitas lainnya,”pungkasnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagaspati.blogdetik.com/2010/10/10/moge-bukan-hanya-harley-davidson/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.658 seconds -->

